‼️ spoiler ‼️

MENILIK KEMBALI KEPUTUSAN EREN DI MASA LALU

Sebuah utas, yg membedah ulang apa yang Eren pikirkan dan rencanakan setelah Chapter 139 terungkap. Mencoba memahami sedikit karakter dari Eren Yeager, dan tujuan terselubungnya selama ini.

**mengandung teori cocoklogi.
Abis baca ulang ch 121, mendadak cara pandangku berubah setelah baca ch 139. Di ch 121, ditunjukan Eren bener-bener menunjukan sisi tidak manusiawinya sampai-sampai ia disebut "suicidal blockhead". Ia 'memaksa' Grisha untuk nekad menghabisi keluarga Reiss demi mendapatkan -c-
kekuatan Founding Titan dan menentang Frieda yg memiliki paham sama dgn Karl Fritz tentang bangsa Eldia yg seharusnya dihukum atas dosa-dosa mereka di masa lalu (Great Titan War). Namun Eren disini menentang ideologi tersebut dan membuat Grisha nekad membantai keluarga kerjaan.
Pernah kepikiran ngga sih? Bahwa Eren itu sendiri memang menginginkan semuanya berjalan sesuai rencana dia? Ketika di Ch 139 dijelaskan bahwa Bertolt hampir mati dimakan Titan Dina, Eren segera mengendalikan Titan Dina buat ngelewatin Bertolt dan jalan ke reruntuhan rumahnya.
Pernah kepikiran ngga sih? Kalau semisal hari itu Eren tidak menyelamatkan Bertolt, bisa jadi semua skenario yg Eren rencanakan bersama Armin akan berubah berantakan? Rencana tentang Rumbling, tentang menyelamatkan sahabatnya dan Mikasa. Tentang membebaskan Paradise dan lainnya?
Aku pribadi berpikir, kemungkinan Eren menyelamatkan Bertolt agar Armin bisa mendapatkan kekuatan Colossal Titan. Hal ini nantinya berhubungan dgn akhir ch 137 dimana Armin bisa menggunakan kekuatan ledakan Colossal untuk meruntuhkan tulang Founding Titan.
Kita berandai-andai, jika saat itu Eren membiarkan Titan Dina memakan Bertolt, maka sudah dipastikan kekuata Colossal akan mejadi milik Dina. Artinya, rencana awal Eren bersama Armin sudah berantakan. Bisa jadi, "jalan"nya akan menjadi berbeda dan tidak sesuai dgn apa yang -c-
sudah Eren lihat. Di Ch 139, Eren menyinggung soal dirinya yg hanya mengikuti "jalan"nya saja. Artinya Eren dari masa depan memang sudah merancang semua skenarionya sedemikian rupa sehingga nantinya rencana ini bisa direalisasikan dan berjalan dgn mulus.
Armin disini lebih seperti "kunci", karena dia lah yg mengetahui semua kebenarannya sejak awal. Saat ingatan Armin di hapus, Eren sudah bisa melihatnya. Armin tidak akan berubah, Armin tetap memiliki pendiriannya sendiri. Satu-satunya penyebab Armin tidak bisa bertindak -c-
seperti dulu karena Eren sudah memanipulasi ingatan Armin. Hal ini yg kemungkinan besar menyebabkan Armin tidak bisa membuat keputusan dgn analisis cepat seperti dulu, saat dirinya belum memakan Colossal Titan.

Eren hanya sepik soal Bertolt yang sudah mempengaruhi Armin.
Ingat, salah satu kekuatan Founding Titan adalah memanipulasi ingatan Subject of Ymir. Sebelum memakan Colossal Titan, Armin bukan bagian dari Subject of Ymir. Sehingga Eren tidak bisa memanipulasi ingatan Armin karena Armin hanya Eldia biasa sama seperti Erwin, Hange, dkk.
Setelah Armin berubah menjadi Colossal Titan dan menjadi bagian dari Subject of Ymir, baru Eren bisa memasukan Armin ke dalam "shared memory" mereka dan memanipulasi ingatan Armin. Oleh sebab itu, Armin bertindak seperti bukan Armin yg kita kenal di season-seasong awal.
Ini juga kemungkinan mengapa Eren menyelamatkan Bertolt waktu itu. Jika Armin tidak berubah menjadi Colossal Titan maka dirinya tidak akan menjadi Subject of Ymir, dan Eren tidak bisa memberi tau Armin mengenai rencananya yg sebenarnya termasuk memanipulasi ingatan Armin.
Kembali ke Ch 121.

Saat melakukan perjalan waktu bersama Zeke, Eren ditunjukan beberapa kali memasang ekspresi yg sulit ditebak. Ekspresi yang paling kentara saat ia melihat dirinya melilitkan syal kepada Mikasa. Eren bahkan tidak bergeming saat Zeke mengajaknya pergi.
Selain itu, pada moment ini. Eren ditunjukan seperti seseorang yg sedang menguatkan tekad dan amarahnya. Saat itu Eren sudah mendengarkan penuturan Frieda terkait Eldia yg harus dihukum atas dosa-dosa mereka. Eren seperti tidak ingin keputusannya digoyahkan dgn pendapat Frieda.
Eren mengkonfrontasi Grisha, membawa-bawa mendiang adiknya Grihsa (Faye) dimana Eren tau betul bahwa ayahnya itu masih merasa bersalah terhadap kematian adiknya sendiri. Eren jg menyinggung soal Dina dan Restorasi Eldia. Benar-benar Eren melakukan segalanya demi tujuannya.
Eren memang sudah membulatkan tekadnya, oleh sebab itu hal ini seperti Eren dari masa depan sudah membuat "jalan"nya sehingga Eren yg baru lahir tinggal mengikutinya sesuai rencana. Jika ada kemungkinan yang akan mempengaruhi masa depan maka Eren yg sekarang akan mencegahnya.
Sejak awal Eren terus bermain peran, bagaimana ia memanfaatkan Zeke dan berperan seakan dia akan mematuhi rencana euthanasia Zeke. Padahal dirinya hanya ingin memanfaatkan Zeke untuk bisa bertemu dgn Ymir Fritz didalam Path

Zeke sudah bertemu lebih dulu dgn Ymir Fritz.
Eren melakukan semuanya sebagai pemain tunggal dibalik layar, sedangkan Armin yg akan menjadi tokoh kunci dimana ia menjadi saksi yg mengetahui semua kebenaran dari seoran Eren Yeager. Jadi sejak awal tidak ada yg berubah, persahabatan Armin dan Eren masih tetaplah sama.
Mengapa aku bisa mengasumsikan bahwa semua ini adalah rencana/skenario Eren dari masa depan? Sehingga Eren yg sekarang tinggal mengikuti "jalan"nya saja. Itu merujuk pada penyataan Eren Kruger saat ia hendak menyuntikan serum titan pada Grisha.
Eren bahkan waktu itu belum lahir, Grisha bahkan belum masuk ke dalam tembok Paradise sama sekali. Namun Eren sudah menitipkan kepada Kruger untuk menyampaikan kepada Grisha bahwa Grisha harus bersiap diri untuk "melindungi" Mikasa, Armin dan yg lainnya.
Hal ini merujuk pada Eren yang menjadikan Grisha sebagai 'bidak catur' yg nantinya akan merebut kekuatan Founding Titan dari Frieda dan membantai habis keluarga kerjaan yg mengikuti paham Karl Fritz tentang bangsa Eldia yg harus dihukum atas dosa-dosa moyangnya.
Pernah ngga kalian berpikir kenapa Rod Reiss tidak dibunuh sama Grisha? Kenapa Eren meminta Grisha hanya menyisakan Rod Reiss seorang? Ini nanti merujuk pada tindakan Rod Reiss di kemudian hari yg ingin meminta Historia berubah menjadi titan dan merebut kembali Founding Titan.
Eren dan Historia pada dasarnya memiliki pola pikir yg sama. Oleh sebab itu, Eren tau bahwa Historia pasti akan menolak dan melawan usulan ayahnya. Ditambah lagi, Eren disini juga memikirkan nasib Paradise di kemudian hari. Historia adalah satu-satunya keturunan Royal Blood -c-
yang tersisa. Jika Historia diubah menjadi titan maka tidak hanya rencana Eren yang berantakan, Paradise juga akan kehilangan sosok pemimpinnya setelah 13 tahun (umur titan shifter). Jadi semua memang benar-benar sudah direncakan oleh Eren dgn rapi sejak awal.
Banyak yang bilang, Eren kehilangan karakternya. Semua berujung pada Eren yg mendadak jadi cowok bucin. Padahal tidak, Eren tetap memikirkan nasib Paradise. Oleh sebab itu, Eren membunuh Frieda dan keluarga kerjaan. Membuat Historia yang satu paham dgn Eren menjadi Ratu.
Selain itu, Historia disini juga menjadi pemicu bagi Eren untuk bisa mendapatkan kembali seluruh memory-nya yang terkubur. Ibaratnya Eren dari masa depan sudah mempersiapkan moment pelantikan Sang Ratu dan moment salaman Eren dgn Historia sbg pembuka semua rencananya selama ini.
Aku mengasumsikan bahwa Eren juga menghapus sementara ingatannya sendiri sebelum bersentuhan dgn Historia. Buktinya saat Eren bersentuhan dgn Titan Dina, Eren hanya mendapatkan sebagian ingatan kecil dan juga mengaktifkan kekuatan Founding yg mengendalikan Subject of Ymir.
Benar-benar semuanya sudah diatur dengan baik oleh Eren. Jika ada yg ingin menghalangi rencananya maka Eren akan menghentikannya. Tidak mudah menjalankan rencana besar seperti ini seorang diri, ditambah ia harus terus-menerus berperan seperti bukan dirinya yg sebenarnya.
Meluncur ke Ch 131.

Dimana Eren yg sudah semakin dewasa mulai mendapatkan lebih banyak ingatannya sendiri. Eren mulai menyadari bahwa masa depan tidak akan berakhir baik jika rencana rumbling tidak dilakukan. Disini menyorot ucapan Eren kepada Armin bahwa tidak ada jalan lain.
Bisa jadi, Eren sudah melihat banyak opsi dari masa depan jika mengikuti rencana euthanasia Zeke maka hasil akhirnya akan begini. Jika membiarkan Dina memakan Bertolt, maka hasilnya seperti ini. Rasanya Eren sudah membuat pertimbangan cukup besar dgn dirinya sendiri.
Ini juga yg menyorot ucapan Armin yg tampak seperti mendukung tindakan "genosida" Eren. Padahal Armin hanya ingin menghargai keputusan Eren yg sudah nekad mengorbankan dirinya sendiri dan menjadi pembunuh massal hanya demi menyelamatkan Eldia, Paradise, sahabat2nya, dan Mikasa.
Eren sempat memikirkan rencana euthanasia Zeke, di chapter 131 ditunjukan Eren memikirkan apabila dirinya mengikuti ideologi Frieda yg sejalan dgn pemahaman Zeke bahwa bangsa Eldia harus dibuat mandul agar tidak ada lagi keturunan berdarah iblis yg bisa diubah menjadi titan.
Namun Eren tidak bisa. Ia tidak ingin bangsa Eldia musnah dari muka bumi. Itu sama saja dengan "membunuh" sahabat-sahabatnya sendiri secara tidak langsung. Eren membuat perbandingan jika ia melakukan euthanasia dan rumbling. Artinya Eren membuat pertimbangan untuk setiap rencana.
Eren mengatakan "masa depan sepertinya tidak bisa diubah". Kenyataannya yang Eren lihat bukan masa depan, melainkan jalan yg sudah Eren rancang sendiri agar semuanya terjadi sesuai dgn rencana/skenario-nya. Hal ini baru benar-benar terungkap habis di chapter 139 kemarin.
"What Am I To You" sendiri boleh dibilang bagian dari rencana Eren, jika saat itu Eren menyatakan cintanya pada Mikasa dan mendengar balasan yang sama dari gadis itu, bisa jadi Eren akan menjadi egois dan meninggalkan semua rencana yg sudah ia bangun dgn Armin di Path.
Oleh sebab itu, alih-alih menjadi egois. Eren mengajak Mikasa untuk masuk ke dalam "shared memory" mereka. Memberikan Mikasa gambaran kehidupan yg akan mereka jalani jika malam itu Mikasa memberikan jawaban yg ingin Eren dengar. Tapi nyatanya, baik Mikasa dan Eren -c-
mereka mengorbankan cinta mereka diatas segala-segalanya. Mikasa seperti sepakat dengan keputusan Eren, sehingga gadis itu dengan iklas memenggal kepala pria yang mencintainya sejak lama.

Inilah cara mencintai yg ingin Ymir Fritz lihat selama 2000 tahun.
Mikasa "membunuh" Eren karena gadis itu mencintainya, Mikasa sadar Eren ingin semuanya berakhir karena apa yg Eren rencanakan bersama Armin sudah terpenuhi. Eren sudah memutuskan dirinya akan d* ditangan wanita yg dicintainya, wanita yg mencintainya sepenuh hati. Mikasa Ackerman.
Ini juga yg menyorot kalimat di akhir ch 138 tentang perpisaha kepada bocah yg terus-menerus mencari kebebasan. Dimana ini menjadi penutup dan akhir dari semua rencana Eren. Ini yg disebut Armin sebagai 'hasil' dari apa yang sudah Eren pilih. Eren yg menginginkan ini semua.
Jika kita kembali ke awal-awal, Eren pernah menyebutkan bahwa dirinya akan membinasakan seluruh titan yg ada di muka bumi ini. Well, Eren berhasil. Ia terbukti melakukannya, bahkan ia menyelmatkan teman-temannya dari kutukan 13 tahun. Sehingga mereka bisa hidup lbh lama.
Selain itu, jika kita kembali ke moment waktu Eren malu-malu di kala senja. Kita bisa melihat bagaimana Eren bersungguh2 tentang keinginannya untuk bisa melihat sahabatnya hidup lebih lama. Jika itu bukan dari dasar hati Eren, kenapa ia harus blushing?

Tatap"an sama Mikasa lagi.
Jika aku rangkum secara keseluruhan.

Eren hanya melakukan apa yg terbaik menurut dirinya. Rumbling bukan satu-satunya jalan yang ia lihat, Eren sudah mempertimbangkan banyak rencana termasuk euthanasia Zeke. Namun, Eren tidak bisa mencapai hasil yg ia inginkan sehingga -c-
Eren kembali pada rencana semula dimana ia ingin berfokus pada rumbling. Setelah rumbling, dunia akan belajar bahwa perperangan tidak menyelesaikan segalanya. Eren ingin menggambarkan apa jadinya jika perang terus-menerus mendera. Semua manusia tidak bersalah akan mati sia-sia.
Eren menjadikan dirinya sbg "pembunuh", membuat orang diluar dinding akan selamanya mengutuk dirinya demi memberikan bangsa Eldia, Paradise kebebasan. Eren tidak ingin bangsanya hidup dalam ketakutan akan perang, Eren tidak ingin bangsanya dibantai hanya karena moyang mereka.
Eren melakukan ini juga demi sahabat-sahabatnya. Eren tidak ingin Armin dan yang lain harus menderita. Eren sengaja menjauhi mereka, bergerak seorang diri agar Armin dan yg lain bisa menjadi "pahlawan" bagi dunia. Menjadi gambaran untuk perdamaian.
Semua yang Eren lakukan semuanya tetap untuk Eldia, tetap untuk Paradise, tetap untuk Armin dan yang lainnya, dan yg terpenting.. Mikasa masih akan terus melanjutkan hidupnya. Gadis itu akan bisa memiliki kehidupan yg damai dan bebas dari perperangan/rasa takut akan kematian.
Panel ini seperti menunjukan bahwa Eren tetap sama dgn Eren kecil yg naif dan selalu mendambakan kebebasan diluar dinding. Eren kecil menjadi gambaran bahwa Eren tidak pernah berubah dari tujuannya ttg membebaskan bangsanya sendiri dan memberikan kehidupan yg layak bagi Eldia.
Eren seperti membuat keputusan yang menguntungkan bagi banyak pihak terutama Paradise. Sayangnya Eren membayar sangat mahal untuk kebebasan bangsanya sendiri (Eldia), yaitu dengan mengorbankan nyawanya dan juga cintanya.

((crying soun))
Eren mengatakan pada Armin, bahwa ia tidak bisa hidup setelah semua tindakan yg ia lakukan (rumbling). Eren mengatakan bahwa orang" yg ia bunuh sebenarnya adalah orang" yg juga ingin terus berjuang untuk hidup di dunia ini.
Sempat berpikir, Eren seperti "sengaja" menghabisi seluruh anggota keluarganya sendiri (Yeagers) termasuk dirinya agar mereka bisa bertemu disana. Ini seperti cocoklogi pepatah saja, bahwa kasih ibu sepanjang masa. Kemungkinan Carla akan memaafkan Eren saat bertemu disana nanti.
Di Ch 131, diperlihatkan Eren berpapasan dgn seorang wanita hamil. Disana ia teringat dgn mendiang ibunya. Eren kemungkinan sudah mengingat bahwa ia yg menjadi penyebab kematian Carla. Tapi disana Eren seperti bertanya apa yg akan ibunya pikirkan jika ada disituasi Eren kala itu.
Seperti Eren benar-benar menyusun rapi hingga skenario terakhir untuk dirinya. Menghukum dirinya sendiri atas seluruh perbuatannya kepada dunia. Ibarat sudah membantai 80% populasi manusia, ngga mungkin dia masih pantas hidup di dunia. Rasanya sangat-sangat tidak adil.
Asumsinya, Eren membayar 80% nyawa yang dia bantai dengan mengorbankan nyawanya sendiri dan mengorbankan kehidupan di Switzerland yg indah bersama Mikasa. Serta berpisah dgn sahabatnya yaitu Armin, dkk. Mencabut kekuatan titan dan mengembalikan bangsa Eldia menjadi manusia.
Setelah semuanya ini, apa yg masih kalian harapkan dari seorang karakter Eren? Bahkan Eren masih memikirkan Paradise, membuat Historia yakin untuk melahirkan seorang anak agar kekuasaan Sang Ratu akan terus terwariskan ke keturunannya.
Jika kalian masih terus mempertanyakan karakter Eren, ini seperti kalian memaksa Isayama membuat karakter yg tidak sejalan dgn plot yg sudah beliau bangun dgn rapi dari awal cerita. Tidak menghargai kerja keras Isayama saja intinya. Padahal kalau ditarik sana-sini semuanya jelas.
Aku tidak memaksa kalian harus menyetujui apa yg aku jelaskan dan jabarkan di threads panjang ini. Aku hanya ingin menilik dan membedah ulang karakter Eren. Aku mencoba melihat secara luas ttg bagaimana Isayama membangun karakter untuk Eren yg menurutku runtun dan konstan.
Isayama tetap membuat Eren mewujudkan tujuannya diawal tentang membinasakan seluruh titan. Isayama tetap membuat Eren melakukan rumbling demi mencapai hasil akhir yaitu kebebasan bagi Eldia dan Paradise. Bonusnya, perdamaian dunia pasca perang besar.
Ingat, Benua Utama sekarang sudah menjadi Allied Nation (negara aliansi) dimana sudah tidak ada kesenjangan sosial antara bangsa Marley dan Eldia. Semua kaum Eldia dan bangsa lainnya yg tertindas oleh Marley sudah bebas dan menjalani kehidupan yg normal di Benua Utama.
Sekarang sudah menjadi tugas Armin dan sahabat Eren yg lain untuk meneruskan apa yg sudah Eren lakukan sejak awal. Dimana mereka datang ke Paradise sbg icon perdamaian dunia. Bagimana nanti mereka akan meyakinkan Paradise, menceritakan kebenarannya pada Historia, dan lain-lain.
Satu-satunya yg tersisa hanyalah Mikasa yang terus mengenang cintanya yg telah pergi. Meski begitu, Eren bahkan tidak pernah melanggar janjinya sama sekali. Ia tetap datang, dan tetap melilitkan syal itu kepada Mikasa.
Jadi apa yang ingin kalian tuntut dari karakter Eren? Apa yg menurut kalian membuat ending AoT menjadi "worse"? Apa yg kalian sebut dgn karakter Eren itu "ruined"? Isayama sudah membuatnya sedemikan rupa, jadi apalagi yg kalian harapkan?

Thankyou for reading this threads.
Sekali lagi, tolong disikapi dgn bijak. Jika tidak setuju/kontra boleh-boleh saja tapi tolong diutarakan dgn bahasa yg baik dan sopan. Aku jg tidak menganggap apa yg aku tulis pasti benar 100%, jadi silahkan koreksi jika ada kesalahan. Sekali lagi ini cuma teori.

Terima kasih.
You can follow @rivaiackreman.
Tip: mention @twtextapp on a Twitter thread with the keyword “unroll” to get a link to it.

Latest Threads Unrolled: