

let's begin by establishing that fanfiction, by any means, gaboleh diremehkan kekuatannya. it is fiction, yes, but the message that it carries can go waaaaaaaaay beyond fiction
in real life society, apalagi di negara Timur kayak gini, banyak hal tabu yang gaboleh dibahas sama orang tua atau temen. kayak that topic is just out of table.
biasanya kita ga nyari konten yang ada nilai tabu itu, tapi what most people experience is kita stumble upon the content. biasanya lewat sosial media, where there is no boundaries established.
nilai tabu ini maksudnya gimana sih? sexual content, homosexuality, and others. aku fokusnya di sini lebih ke homosexuality sama sexual content ya.
ibaratnya, otak kita kosong sebelum ketemu konten konten itu karena kita gatau apa apa sebelumnya. our first encounter with the aforementioned topic ya... di social media, termasuk lewat fanfiksi.
semakin kita sering mengonsumsi konten itu, our mindset begin to form. mindset tentang apa? apa yang bener, apa yang salah. apa yang "normal", dan apa yang "tidak normal".
contoh kecil mungkin kalian jadi tau sex ed lewat fanfiksi, atau mungkin mulai ngeliat dinamika gay couple itu gimana.
tapi di sini where you have to be careful.
karena nilai yang kalian tanpa sadar ambil selama baca fanfiksi itu ga semuanya bisa di apply ke dunia nyata, dalam arti lain kalian gabisa bluntly menyerap semua nilai di fanfiksi dan menganggap semua itu benar.
kalian juga harus inget bahwa banyak dari pembuat konten di komunitas ini juga straight, cis girl who is most likely tau hal hal yang mereka tulis lewat fanfiksi juga.
I am not saying all values are wrong and yadda yadda yadda, karena fanfiction can be a great learning tool too!!!
I am not kidding. seberapa banyak dari kalian tau tentang kondom sama lube sebelum baca fanfiction? I bet not many.
tapi apakah semua literatur harus bermanfaat?
nope. literature ga harus bermanfaat. sometimes we just want to write angsty shit and fluffy shit about characters doing nothing but cuddling or maybe about the characters doing murder or having sex with people and it is okay!!
ASAL ada trigger dan content warning, itu ga masalah. I am not really gonna dive into trigger dan content warning you can look it up on internet.
before you complain, tw and cw is a must and I am gonna fight you if you think it is not
before you complain, tw and cw is a must and I am gonna fight you if you think it is not
nah kenapa aku selalu bilang fanfiction bisa merubah one's perspective or even ideology?
because it can. fiction is a powerful tool karena fiksi berbicara tentang banyak nilai di satu karya dengan cara yang gampang diterima.
kita mulai dari fiksi general. kalian tau konsep cinta dari mana? tau tentang feeling antara dua manusia yang saling menyayangi satu sama lain dari mana pertama kali?
karena sebenernya dari hasil pemikiran gue ya.. dari media. spesifiknya dari fiksi. contohnya disney, barbie, film film kartun gitu.
through them, we learn about love. we learn about this strange concept. ga heran sih karena media memang sekuat itu pengaruhnya ke manusia dan pemahamannya
nah kita mulai masuk ke fanfiksi. alesan aku bilang fanfiction is powerful enough to change someone's perspective atau ideology, karena through fanfiction we also learn.
kita belajar tentang nilai tabu yang selama ini gak kita dapet dari real life society. lama lama kita mulai menerima nilai tabu ini karena banyak faktor lah, entah karena kita suka kontennya atau yang lain. karena lama lama kalo kita liat ceritanya lucu kan juga mulai nerima ya
you dont read fanfiction 24/7 about imaginary gay couple without feeling smitten over them.
tapi masih ada sih manusia manusia yang suka gay in imagination but not in reality but not gonna talk about that now.
tapi masih ada sih manusia manusia yang suka gay in imagination but not in reality but not gonna talk about that now.
itu aja udah keubah kan ideologinya. from someone who was once possibly a homophobic tiba tiba jadi ally. just like that, through fanfiction alone.
the problem here... kadang orang orang baca fanfiction di usia terlalu muda di mana analytical thinking mereka belom terlalu jalan.
apa yang terjadi? mereka bakal nyerep semua nilai dari fanfiksi yang mereka baca, menganggap itu benar, dan mulai di apply ke real life bluntly. gaada saringan sama sekali.
ini adalah titik di mana author, sebagai pembuat konten, harus berhati hati. memang tanggung jawab moral gak seharusnya dibebankan kepada author itu sendiri, tapi at the very least please tell your readers that your work doesnt represent the right values.
buat readers dan authors juga, dinamika pasangan sesama jenis di real life itu ga selalu sama dengan apa yang di portray di fanfiction. as I previously said, most of the writers here are straight, cis girl. dinamika kami gak hanya satu aja, ada banyak jenis.
I think contoh contoh konten yang sering dinormalizing itu ya verbal abuse sama sex without condom and lube.
tldr: fanfiction is a powerful tool since a lot of people learn a lot of things through it, hence the authors have to be careful of what kind of values they want their works to convey and the readers have to be selective as to what kind of values they want to store in mind.
also please respect lgbtq people in this community!!! udah terlalu sering kalian menggampangkan atau bahkan ga dengerin apa yang kami katakan. we know more than you.
that's my penny of thoughts regarding fanfiction. kalo ada salah kata aku minta maaf karena tbh attention span ku pendek bgt. komplainnya bisa disampaikan lewat cc, quote tweet, tau dm dengan baik baik. AND STAY IN HOME.
